SKINROUTE — Platform Kesehatan Kulit AI yang Sangat Personal

Double Cleansing: Siapa yang Perlu dan Siapa yang Tidak

Diterbitkan: 2025-04-20 · 3 menit baca

Ringkasan: Double cleansing adalah metode di mana langkah 1 menggunakan pembersih berbasis minyak/balm untuk menghilangkan sunscreen dan makeup, dan langkah 2…

Double cleansing adalah metode di mana langkah 1 menggunakan pembersih berbasis minyak/balm untuk menghilangkan sunscreen dan makeup, dan langkah 2 menggunakan pembersih busa/gel untuk membersihkan sisa-sisa yang tertinggal. Metode pembersihan yang mendunia bersama K-beauty ini tidak diperlukan setiap hari untuk semua jenis kulit.

Kapan double cleansing diperlukan

1. Hari memakai makeup

Makeup warna seperti foundation, concealer, eyeliner, maskara tidak bisa dibersihkan sepenuhnya hanya dengan air. Terutama produk waterproof sulit dibersihkan tanpa pembersih berbasis minyak.

2. Hari memakai sunscreen tebal

Sunscreen berair bisa dibersihkan hanya dengan pembersih busa, namun sunscreen fisik yang daya sealnya kuat (berbasis zinc/titanium) atau sunscreen waterproof lebih efektif dengan pembersih minyak.

3. Saat menggunakan pembersih berbusa tinggi

Beberapa pembersih berbusa dapat meninggalkan sisa makeup dan sunscreen sehingga pembersihan awal dengan minyak membantu.

Kapan double cleansing tidak diperlukan

1. Hari tanpa makeup (hanya sunscreen)

Jika memakai sunscreen ringan, pembersih tunggal (gel/busa sedikit asam) sudah cukup membersihkannya. Memakai pembersih minyak setiap hari berisiko merusak barrier.

2. Cuci muka pagi

Di pagi hari hanya ada sebum yang disekresikan semalam dan sisa produk skincare, sehingga dalam banyak kasus hanya bilas air sudah cukup. Bahkan jika menggunakan pembersih busa sedikit asam yang kurang mengiritasi pun sudah cukup 1 kali.

3. Pembersihan sehari-hari kulit sensitif dan kering

Jika barrier kulit lemah, mengulangi double cleansing setiap hari akan mengangkat lipid barrier secara berlebihan.

Kriteria pemilihan pembersih minyak

Tipe emulsifikasi: Tipe yang berkurang lembut saat dicampur air. Sisa setelah pembilasan sedikit sehingga cocok untuk sebagian besar kulit.

Waspadai produk yang meninggalkan rasa lengket: Beberapa produk berbasis mineral oil bisa terasa lengket atau menjadi penyebab penyumbatan pori setelah pembilasan. Produk berbasis minyak nabati yang kaya asam lemak omega (jojoba, macadamia) lebih ramah kulit.

Hal yang perlu diperhatikan saat pembersihan

Minimalisasi gesekan: Jangan langsung menggosok pembersih ke wajah, busa dengan cukup di tangan lalu letakkan lembut ke wajah. Untuk area terlipat seperti sekitar mata dan hidung, gambar lingkaran ringan dengan sidik jari.

Suhu bilas: Air hangat (sekitar 33–37°C). Air panas menyebabkan vasodilatasi dan iritasi kulit, air dingin tidak menyusutkan pori namun hanya menurunkan efektivitas pembersihan.

Handuk: Daripada menggosok, tepuk-tepuk untuk menghilangkan air. Menggosok kasar menimbulkan iritasi pada lapisan tanduk. Handuk wajah dianjurkan diganti 1–2x seminggu.

Waspadai sisa pembersih: Jika bilas tidak sempurna, bahan pembersih tertinggal di kulit dan menjadi iritasi. Terutama bilas dengan teliti di sekitar mata, garis rahang, dan sekitar garis rambut.

Double cleansing bukan semakin banyak semakin baik, melainkan melakukan secara efisien sesuai kebutuhan adalah intinya. Rutinitas fleksibel yang menyesuaikan frekuensi double cleansing berdasarkan kondisi kulit adalah pendekatan paling bijaksana.

Entri Terkait

Penafian Medis

SKINROUTE bukan alat kesehatan. Semua konten disediakan hanya sebagai informasi perawatan kulit umum dan tidak menggantikan diagnosis atau pengobatan medis. Jika Anda menduga adanya penyakit kulit, silakan berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.